Search This Blog

JKN-Drive, Inovasi baru Klaim JKN

Media penyimpanan terpadu untuk proses klaim pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tanpa harus manual mengantarkan berkas klaim.

E-Klaim 5.9 Full Installer

Installer Aplikasi E-Klaim Versi 5.9.

Fitur pada aplikasi Bridging SIMRS-INACBG

Fitur-fitur aplikasi briding SIMRS-INACBG, sangat bermanfaat untuk rumah sakit yang sudah memiliki SIMRS. Efisiensi waktu bisa sampai 60%. Simak bisa apa saja aplikasi Bridging disini.

Friday, July 15, 2016

Kecolongan Vaksin Palsu, RS Harapan Bunda Janji Bertanggung Jawab

Manajemen Rumah Sakit (RS) Harapan Bunda mengaku kecolongan atas penggunaan vaksin palsu. Mereka pun berjanji akan bertanggung jawab atas hal tersebut. "Dalam hal ini RS Harapan Bunda juga merasa kecolongan, kok bisa sampai seperti ini. Kita juga rasanya mau marah dan kecewa juga terhadap oknum pelaku ini," kata Direktur RS Harapan Bunda, dr Finna, di RS Harapan Bunda, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/7/2016). Menurut dia, pihak RS akan menggratiskan biaya vaksinasi ulang setiap bayi yang terbukti menerima vaksin palsu. Hal tersebut juga dicantumkannya dalam surat pernyataan yang ditujukan untuk keluarga pasien yang diduga mendapat vaksin palsu.

Sementara terkait proses hukumnya, pihak manajemen menyerahkannya kepada kepolisian. Soal langkah penyelesaian selanjutnya, Finna menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan.

"Sudah kita percayakan. Hormati, serahkan sepenuhnya hasil pemeriksaan dari Bareskrim akan bagaimana. Kami menunggu arahan karena ini kasus nasional. Pihak Kemenkes juga sudah menyatakan ini adalah kasus nasional," ujar Finna.

Dia juga menginformasikan RS Harapan Bunda akan membuka posko di halaman depan. Para orangtua dapat mendapatkan informasi soal vaksin palsu.

Namun, perwakilan orangtua pasien tidak puas dengan surat pernyataan dan pembentukan posko. Mereka menilai surat pernyataan yang dibuat belum kuat secara hukum, walaupun ada tanda tangan Finna di atas materai.

Terlebih, surat itu dibuat tanpa menyertakan nomor surat, tanggal, dan perihal.

Tanpa ada poin-poin tersebut, surat dianggap dikeluarkan atas nama Direktur RS Harapan Bunda, bukan instansi RS Harapan Bunda.

Finna pun menjawab tudingan itu dengan memberikan catatan tambahan di bagian bawah surat menggunakan pena. Nantinya, surat tersebut akan diperbaiki dan dikeluarkan Sabtu 16 Juli 2016.

Perwakilan orangtua berharap RS Harapan Bunda membuka lebar informasi tentang imunisasi dengan adanya posko. Sebab, mereka belum percaya atas pernyataan Direktur RS Harapan Bunda yang menyatakan vaksin palsu beredar mulai Maret hingga Juni 2016.

"Selain itu diperlukan juga informasi dari mana datangnya vaksin itu dan apa saja jenis vaksinnya. Sehingga data yang dikeluarkan valid. Sebab data yang disampaikan oleh Bareskrim sejak 2003. Sedangkan di sini dikatakan dari 2016," kata salah satu orangtua yang balitanya pernah mendapat vaksi di RS ini.

Berikut bunyi surat pernyataan RS Harapan Bunda:

Surat Pernyataan Sehubungan dengan ditemukannya vaksin palsu di RS Harapan Bunda yang dilakukan oleh oknum tertentu, dengan ini, kami pihak RS Harapan Bunda menyatakan bahwa akan bertanggung jawab atas biaya vaksinasi ulang untuk pasien yang telah terbukti telah menerima vaksin palsu dari RS Harapan Bunda. Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya.

IDAI: Efek Samping Vaksin Palsu Harusnya Tidak Ada

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan, menegaskan, kandungan dalam vaksin palsu tak berefek samping bagi anak-anak yang terlanjur terpapar.

"Kalau efek jelek, atau efek samping dari seluruh komponen ini, harusnya tidak terjadi. Karena memang ini zat yang anak bisa menerimanya," ujar Pulungan, di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis.

Zat yang terkandung dalam vaksin palsu antara lain NaCl (natrium klorida), anti pertusis dan hepatitis B pada vaksin DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus).

"Untuk kandungan memang. Pertama, kemungkinan isinya adalah NaCl (garam) tetap ada dan betul memang data dari menteri kesehatan. Lalu, isinya antigen pertusis. Bisa jadi ini vaksin yang sudah dilemahkan atau sisa vaksin atau vaksin oplosan yang dipakai. Tentu tidak akan keluar antibodi," kata dia.

"Ketiga, harusnya DPT tetapi diisi hanya satu yakni vaksin hepatitis B. Jadi jelas ini isinya berbeda," kata Pulungan.

Kendati begitu, lanjut dia, infeksi bisa muncul jika pengolahan vaksin dilakukan tak steril. Selain itu, anak jelas tidak mendapatkan imunitas yang seharusnya didapatkan.

"Tetapi yang paling jelek, adalah anak tidak mendapat imunitas yang harusnya didapat. Kalau ini dilakukan dengan cara tidak steril, kemungkinan infeksi. Seharusnya kalau infeksi akan terjadi infeksi akut," pungkas dia.

Kementerian Kesehatan mengungkap 14 rumah sakit dan delapan bidan maupun klinik pengguna vaksin palsu.

Daftar 14 Rumah sakit tersebut dapat dilihat disini.

Vaksin Palsu
Menkes: Pengejaran Kami Belum Selesai

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menegaskan pengejaran terhadap para pengedar dan pengguna vaksin palsu belum tuntas. Menurutnya, satgas maupun kepolisian masih terus mengembangkan penyelidikan dan penyidikannya.

Hal ini sekaligus menjadi warning bagi pihak rumah sakit yang selama ini bermain-main dalam pengadaan obat-obatan. Sejauh ini, jumlah RS yang diketahui menerima vaksin abal-abal dari para tersangka berjumlah 14. Delapan praktik bidan juga diduga terlibat.

"Ini baru dilakukan di Jabodetabek, penyelidikan ini belum selesai masih mengejar ke mana-mana," tegas Menkes Nila saat rapat di gedung DPR, Kamis (14/7) malam.

Menteri Nila sepakat bahwa persoalan ini harus dituntaskan. Hanya saja, proses tersebut tentu membutuhkan waktu.

Untuk itu pula pihaknya sepakat dilakukan pendataan terhadap seluruh faskes (fasilitas kesehatan) dan obat-obatan yang digunakan.

Bagi faskes yang terbukti melanggar, tambahnya, akan diberikan sanksi. Hal itu berbeda dengan proses hukum di kepolisian yang juga berjalan. Sanksi administrasi terberat menurut Nila adalah pencabutan izin RS dan praktek dokter maupun bidan.

Sumber : JPNN

Daftar Bidan Yang Menggunakan Vaksin Palsu

JAKARTA - Selain membuka nama-nama rumah sakit (RS) yang menerima dan menggunakan vaksin palsu dari penyalur CV Azka Medika, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek juga mengumumkan delapan bidan penerima.

Hal ini disampaikan dalam laporan Nila saat rapat kerja di Komisi IX DPR, Kamis (14/7). Hadir dalam rapat itu Kabareskrim Polri Irjen Ari Dono beserta jajaran.

"Ini daftar bidan penerima vaksin palsu," kata Menteri Nila, sembari melihat layar proyektor yang disaksikan anggota dewan dan awak media.

    Daftar bidan yang menerima vaksin palsu:
  1. Bidan Lia, Kp. Pelaukan Suikatani, Cikarang. Suplier CV Azka Medika dengan modus tersangka menawarkan vaksin dengan cara memberikan price list/harga.
  2. Bidan Lilik, Perum Graha Melati, Tambun, Bekasi. Suplier Juanda CV Azka Medika. Modus sama
  3. Bidan Klinik Tabina, Perum Sukaraya, Sukatani Cikarang. Suplier Juanda CV Azka Medika. Modus sama
  4. Bidan Iis, Perum Seroja Bekasi. Suplier Juanda CV Azka Medika. Modus sama
  5. Klinik Dafa DR Baginda, Cikarang. Suplier Juanda CV Azka Medika. Modus sama
  6. Bidan Mega, Puri Cikarang Makmur Sukaresmi, Cikarang. Suplier Juanda CV Azka Medika. Modus sama
  7. Bidan M Elly Novita, Ciracas, Jaktim. Suplier Kartawinata Als Ryan. Modus sama
  8. Klinik Dr Ade Kurniawan, Rawa Belong, Slipi, Jakarta Barat. Suplier Seno. Modus sama.
Bagi orang tua yang anaknya dilakukan vaksinasi pada bidan tersebut, agar menghubungi Puskesmas setempat. Bi beberapa daerah telah dilakukan vaksinasi ulang pada bayi.

Sumber : JPNN

Daftar RS Pengguna Vaksin Palsu

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek akhirnya menepati janji mengumumkan nama-nama rumah sakit (RS) pengguna vaksin palsu yang kasusnya ditangani oleh Bareskrim Polri.

Didampingi oleh Kabareskrim Polri Irjen Ari Dono, Menteri Nila membacakan satu persatu nama RS yang dipastikan menggunakan vaksin palsu. Daftar ini sudah terkonfirmasi dari Bareskrim.

"Ini daftar empat belas rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu," kata Menteri Nila, dalam rapat yang dihadiri jajaran BPOM RI, Biofarma dan stake holder terkait, Kamis (14/7).

"Pengungkapan 14 fasyankes (fasilitas dan layanan kesehatan) ini sudah disepakati dengan Bareskrim Polri," kata Nila di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7/2016).

    Berikut daftar RS, sales penyalur beserta modusnya:
  1. Dr sander Cikarang
  2. Sales Juanda (CV Azka Medika)
    Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.
  3. Bhakti Husada terminal Cikarang
  4. Sales Juanda (CV Azka Medika)
    Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.
  5. Sentral Medika, Jalan Industri Pasir Gembong
  6. Sales Juanda (CV Azka Medika)
    Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.
  7. RSIA Puspa Husada
  8. Sales Juanda (CV Azka Medika)
    Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.
  9. Karya Medika Tambun
  10. Sales Juanda (CV Azka Medika)
    Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.
  11. Kartika Husada Jl MT Haryono Setu Bekasi
  12. Sales Juanda (CV Azka Medika)
    Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.
  13. Sayang Bunda Pondok Ungu Bekasi
  14. Sales Juanda (CV Azka Medika)
    Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.
  15. Multazam Bekasi
  16. Sales Juanda (CV Azka Medika)
    Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.
  17. Permata Bekasi
  18. Sales Juanda (CV Azka Medika)
    Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin melalui CV Azka Medical. Kemudian dari bagian pengadaan mengajukan permohonan pengadaan kepada manajer purchasing yang kemudian dimintakan persetujuan kepada direktur RS sebelum dilakukan pemesanan obat atau vaksin.
  19. RSIA Gizar Villa Mutiara Cikarang
  20. Sales Juanda (CV Azka Medika)
    Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.
  21. Harapan Bunda Kramat Jati Jakarta Timur
  22. Sales M Syahrul
    Tersangka menawarkan vaksin lewat perawat atas nama Irna (ditahan sebagai penyedia botol tersangka Rita dan Hidayat) kemudian Irna meminta tanda tangan dokter dan dimasukkan sebagai persediaan rumah sakit.
  23. Elisabeth Narogong Bekasi
  24. Sales Juanda (CV Azka Medika)
    Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit.
  25. Hosana Lippo Cikarang
  26. Sales Juanda (Azka Medika)
    Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit.
  27. . Hosana Bekasi Jalan Pramuka
  28. Sales Juanda (CV Azka Medika)
    Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit.


Sumber : JPPN, Kompas

Saturday, July 2, 2016

Bagaimana : Meng-Import File Rekap Text Pada Aplikasi INACBG 4.1

Kerusakan basis data merupakan salah satu kendala yang paling sering dikeluhkan oleh pengguna INACBG. Ada banyak sebab atas terjadinya kerusakan database namun yang paling sering adalah masalah listrik yang tidak setabil atau cara mematikan komputer yang tidak tepat sehingga berdampak pada kerusakan database. Setelah segala upaya yang dilakukan untuk perbaikan database tidak dapat memperbaiki kerusakan, apalagi yang dapat kita lakukan? Satu-satunya data yang kita miliki adalah rekap file text yang diberikan kepada verifikator atau masih tersimpan.

ImportINACBG dibuat untuk membantu mengembalikan data yang rusak atau bahkan hilang. Pengembalian data didasarkan pada rekap file Text yang pernah di buat sebelumnya, rekap file text merupakan output standar yang dibuat oleh Aplikasi INACBG 4.1 yang diberikan kepada verifikator untuk keperluan verifikasi.

Cara penggunaannya cukup mudah, untuk memudahkan siapkan file text yang akan di import dalam satu folder D:\Rekap. kemudian Download aplikasi importinacbg pada link di bawah, kemudian jalankan file hasil download tersebut. Ikuti petunjuk yang tersedia selama proses extract. Setelah Selesai extract jalankan file ImportInacbg.exe. Catatan : Jalankan import setidaknya satu kali pada server INACBG, jika sebelumnya pernah menjalankan ini pada server INACBG maka selanjutnya dapat dijalankan dari komputer manapun selama terhubung dengan server INACBG.

Pada bagian atas terdapat parameter yang harus di isi, yakni Server INACBG, user INACBG, Password INACBG dan Lokasi File Text.
  • Server INACBG
  • Diisi dengan IP server inacbg, atau jika dijalankan di server inacbg maka isilah dengan localhost, secara default ini akan berisi localhost.
  • User INACBG
  • Diisi dengan user INACBG yang terdaftar.
  • Password INACBG
  • isi dengan password dari User INACBG yang terdaftar.
  • Lokasi File Text
  • isi dengan nama rekap file text yang akan di import lengkap dengan path atau nama folder tempat file rekap text, misalnya D:\rekap\01062016.txt. Untuk mempermudah dapat menggunakan tombol di sebelah kanan untuk mengambil nama file text yang akan di import.
  • Opsi INACBG
  • Pilih versi INACBG yang digunakan.
Setelah semua parameter tersebut diisi, tinggal klik tombol Proses di sebelah kanan bawah. maka satu persatu data akan dikirim ke aplikasi INACBG. Data akan langsung di grouping dan bersifat final. Jika pada opsi sebelumnya memilih INACBG 4.2 maka akan secara otomatis menambahkan Special CMG pada data-data klaim yang memang mengadung special CMG, sedangkan pada opsi INACBG 4.1 data special CMG tidak dapat secara otomatis masuk, namun demikian akan ada pemberitahuan pada keterangan hasil import dan data yang memiliki special CMG akan berwarna ungu.

Setelah menekan tombol proses, proses akan berjalan dan dibagian bawah akan muncul indikator persentase proses. Waktu yang dibutuhkan untuk import sangat tergantung dengan banyaknya data dan kemampuan server INACBG. Untuk kecepatan proses, sangat disarankan untuk menjalankan aplikasi ini di server INACBG, bukan dari komputer klien.


Silahkan Download Disini

Wednesday, June 8, 2016

Perpanjangan Lisensi Grouper INACBG Juli 2016

Sehubungan dengan akan berakhirnya lisensi masa pakai grouper INACBG 4.1 pada 30 Juni 2016, maka terhitung sejak 1 Juli 2016 Aplikasi INACBG 4.1 tidak dapat digunakan untuk melakukan grouping pelayanan JKN. Mengingat masih banyak Rumah Sakit atau PPK yang belum selesai melakukan klaim hingga bulan Juni 2016 maka perlu diberikan perpanjangan lisensi masa pakai grouper.

Lisensi perpanjangan penggunaan grouper ini akan berlaku hingga 31 Januari 2017, diharapkan dengan penambahan masa pakai grouper hingga tanggal tersebut Rumah Sakit atau PPK sudah dapat selesai mengajukan klaim pelayanan JKN.

Sebelum meng-install perpanjangan lisensi grouperini mohon diperhatikan tatacara dan langkah-langkah pencegahan jika terjadi kegagalan update. Standar utama setiap kali melakukan perubahan pada perangkat lunak adalah selalu lakukan backup database sebelum dan sesudah perbaikan. Langkah-langkah atau hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan update disertakan dalam file yang telah di kemas dan di kompres pada link download dibawah.

Untuk kepentingan administratif bersama update ini juga disertakan surat pemberitahuan tentang perpanjangan lisensi grouper.

Agar pengguna aplikasi INACBG mengetahui adanya perpanjangan lisensi gruper ini, mohon teman-teman sesama Rumah Sakit untuk saling menginformasikan.



Silahkan Download Disini

Alternatif link download : Disini